Hari itu hari kamis (16/08/07) pukul 17.00wib, saya beserta 6 anggota keluarga berangkat dari rumah menuju Bandara Soekarno Hatta. Kami akan pergi ke Padang, karena Kakak akan melaksanakan akad nikah keesokan harinya. Pukul 17.30wib, kami sudah sampai di bandara (karena lokasinya dekat) dan melakukan check in di counter Lion Air untuk keberangkatan pukul 19.30wib. Karena Maskapai tersebut telah membeli sejumlah pesawat baru, dalam hati kami akan merasakan nyamannya pesawat tersebut. Sampai pukul 19.00 wib semua penumpang diberi tahu bahwa keberangkatan ditunda selama dua jam, yang artinya kami akan berangkat sekitar pukul 21.30wib. Terpaksa pihak keluarga yang menunggu di bandara minangkabau dikabarkan untuk menunggu lebih lama lagi. Hal ini terasa menjengkelkan tapi apa boleh buat. Namun hal yang lebih menjengkelkan lagi adalah setelah lewat pukul 21.30wib, kami tak kunjung diberangkatkan. Petugas bandara dan pihak Lion Air tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Terang saja kejadian ini kian membuat para penumpang termasuk kami tambah kesal dan meminta pihak Lion Air bertanggungjawab atas keterlambatan ini. Karena makin malam kami berangkat maka kami akan tiba tengah malam bahkan sampai dini hari yang pada gilirannya membuat ongkos sampai dirumah makin mahal, karena tidak adanya kendaraan umum. Belum lagi penumpang yang jarak rumahnya sangat jauh dari bandara dan tidak ada pihak keluarga yang menjemput. Akhirnya kami meminta kompensasi kepada pihak Lion Air agar menangung semua ongkos sampai rumah masing-masing (menyediakan transportasi/ taksi). Para calon penumpang yang protes meminta saya menjadi penanggungjawab untuk mewakili mereka, kami meminta pihak Lion Air menandatangani surat pernyataan bahwa mereka memberikan jaminan kompensasi transportasi sampai rumah. Sebelum surat itu ditandatangani, salah seorang calon penumpang memberikan saya materai Rp.6000 untuk ditempelkan di surat tersebut, agar memiliki kekuatan hukum bila pihak Lion Air menyangkal. Alhasil kami diberangkatkan pada pukul 23.30wib dan sampai di Bandara Minangkabau pada pukul 01.30 Jumat dini hari. Saat pengambilan bagasi, petugas bandara telah menyiapkan sejumlah taksi untuk para penumpang, padahal sempat dalam benak saya terlintas bahwa Lion Air akan menelantarkan kami di Minangkabau. Ternyata tidak, lobi kami berhasil. Kalaupun sampai terjadi saya yakin pihak Lion Air lah yang paling rugi karena image nya makin tercoreng. Dengan kejadian ini sepertinya akan membuat kami berpikir dua kali untuk menggunakan maskapai Lion Air. Nanti di delay lagi. capee deeh…….
Filed under: nama dan peristiwa